Home > Artikel Bebas, Kata-Kata Inspirasi, Tokoh Dunia > Jack Si Chicken Soup

Jack Si Chicken Soup


Jack si Chicken SoulSeorang pria bernama Jack bermimpi untuk menulis buku. Bukan buku biasa. Sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, pada waktu itu. Buku itu akan berisi kumpulan kisah yang menggugah, ditulis dengan singkat dan padat, namun mengena. Dan yang membuat buku itu istimewa karena semua kisah dalam buku itu didasarkan pada kisah nyata. Jack percaya buku itu akan disukai karena akan menginspirasi banyak orang yang membacanya. Setelah menemukan hasratnya, ia mulai menulis dengan penuh semangat.

Ketika buku itu telah selesai ditulis, naskah itu pun diajukan ke penerbit. Jack optimis akan mendapat respon positif. Tapi di luar dugaan, penerbit menolaknya. Tapi, masih ada banyak penerbit lain. Jack pun kembali mencoba memasukkan naskahnya ke penerbit lain. Dan ia ditolak lagi. Ia mencoba lagi untuk ke tiga kalinya, dan ditolak lagi. Ia tetap tak kenal menyerah. Ia mencoba lagi dan lagi, dan penolakan demi penolakan terus saja diterimanya. Tak tanggung-tanggung, ia telah mendapatkan penolakan sebanyak 124 kali!

Ya, 124 kali! Bukan jumlah yang sedikit. Bisakah Anda bertahan atas penolakan sebanyak itu? Pada penolakan yang ke berapakah kira-kira Anda akan memutuskan utnuk berhenti dan menyerah? Pada penolakan ke-100 kah? Pada penolakan ke-50 kah? Atau jangan-jangan daya tahan Anda hanya pada penolakan ke-10?

Seandainya Jack memutuskan untuk menyerah pada penolakan ke-10, ke-50 atau ke-100 atau bahkan ke-124 dunia tidak akan pernah mengenal sebuah buku yang paling menginspirasi orang dari berbagai belahan bumi selama bertahun-tahun. Buku itu kita kenal dengan “Chicken Soup for the Soul”. Pada usahanya yang ke-125 akhirnya sebuah penerbit menerima naskahnya dan menerbitkannya. Dan ternyata buku itu laris manis, dan berhasil masuk dalam 150 top best seller sepanjang 15 tahun.

Serial Chicken Soup menjadi buku motivasional yang sangat digemari di berbagai belahan bumi. Ada lebih dari 200 judul dari setiap serial buku ini yang telah dibuat oleh Jack Canfield, dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa, dan terjual lebih dari 112 juta copy.

Yup kawan-kawan, Orang sering menganggap kegagalan adalah batas di mana kita harus berhenti. Padahal kita tidak akan pernah tahu apa yang tersembunyi di balik gunung, jika kita memutuskan berhenti mendaki. Dan tak peduli berapa kali kaki Anda terperosok dan membuat Anda kembali ke bawah, karena jika Anda terus mendaki, pada akhirnya Anda akan sampai juga di puncak. Ingatlah, bahwa kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Tertunda karena mungkin persiapan kita yang belum matang, waktunya yang belum tepat, dsb. Kapan kesuksesan itu kira raih, biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus mendaki.

Advertisements
  1. April 26, 2011 at 14:05

    Klo aku seh kmrin waktu bingung mau ngirim ke penerbit yang mana, akhirnya milih nerbitin novelku sendiri. ada banyak jalan menuju roma kok.

    • April 27, 2011 at 15:46

      heheeh istilahnya banyak jalan menuju jakarta mbk’ yah hehehhe…..bisa naek kreta bisa naek bis bisa naek sepeda…..^_^v

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s