Home > Artikel Kesehatan, Technoscience > Selamatkan 1 Juta Bayi !!

Selamatkan 1 Juta Bayi !!


IMD Inisisasi Menyusu Dini

Faktanya dalam satu tahun, empat juta bayi berusia 28 hari meninggal. Jika semua bayi di dunia segera setelah lahir diberi kesempatan menyusu sendiri dengan membiarkan kontak kulit ibu ke kulit bayi, setidaknya selama satu jam, satu juta nyawa bayi dapat diselamatkan.

Bagaimana cara mengatasinya, dengan jalan menerapkan IMD. IMD atau Inisiasi Menyusu Dini, populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Dari banyak penelitian, IMD ternyata memiliki banyak manfaat. Salah satunya menyelamatkan hidup 1 juta bayi.

Hal tersebut diungkapkan pakar ASI, dr. Utami Roesli dalam bukunya ‘Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif’. Dokter utami mengutip jurnal Pediatrics pada 2006. Dalam jurnal itu diungkapkan risiko kematian bayi meningkat sesuai dengan semakin ditundanya inisiasi menyusu. Oleh karena itu menyusu di satu jam pertama bayi baru lahir sangat berperan dalam menurunkan angka kematian bayi.

Bagi Anda yang belum paham apa itu IMD, ini penjelasan dr. Utami. “Inisiasi menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir”. Bagaimana bayi bisa menyusu sendiri? Menurut dr. Utami yang sudah sering melakukan IMD pada pasien-pasiennya itu, kemampuan tersebut memang dimiliki bayi secara alami, sejak lahir.

“Sejak baru lahir bayi dapat merangkak ke arah payudara, menemukan puting susu, kemudian menyusu sendiri. Kita semua, orangtua, ibu, ayah, bahkan tenaga kesehatan sangat terpesona menyaksikan keajaiban ini,” tulis dokter lulusan Universitas Padjajaran itu dalam bukunya.

Dikutip dari wolipop.com Berikut ini langkah-langkah melakukan IMD yang dianjurkan:

1. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering.
2. Keringkan seluruh tubuh bayi, termasuk kepalanya secepatnya, kecuali kedua tangannya. Lemak putih (vernix) yang menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan.
3. Tali pusat atau pusar dipotong, lalu diikat.
4. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.
Jangan khawatir bayi akan kedinginan. Menurut penelitian Dr. Niels Bergman dari Afrika Selatan, kulit dada ibu yang melahirkan satu derajat lebih panas dari ibu yang tidak melahirkan. Jadi kalau bayi merasa dingin, suhu kulit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan. Sebaliknya, jika bayi kepanasan, suhu kulit ibu otomatis turun satu derajat untuk mendinginkan bayinya. Kulit ibu bersifat termoregulator atau thermal sinchrony bagi suhu bayi.
5. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu.
6. Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibu, setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam.
7. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur dan dicap setelah satu jam atau proses inisiasi menyusu dini selesai.
8. Agar lebih maksimal, ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar. Selama 24 jam ibu-bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam jangkauan ibu.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s